Tim PKM Ikan Teri Ponrang UNCP Lakukan Sosialisasi dan Pelatihan Teknologi Pengolahan Ikan Teri Kering

Tim PKM Ikan Teri Ponrang UNCP Lakukan Sosialisasi dan Pelatihan Teknologi Pengolahan Ikan Teri Kering

Tim PKM Teri Ponrang bersama Kepala Desa Mario

Tim PKM Ikan Teri Ponrang yang merupakan salah satu pemenang hibah Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dari Kemenristekdikti untuk tahun pelaksanaan 2018. Tim ini telah melakukan sosialisasi program sekaligus penyuluhan tentang pengolahan ikan teri kering kepada mitra pengusaha ikan teri kering di desa Mario-Tirowali Kec. Ponrang beberapa waktu lalu, tepatnya Kamis 19 April 2018. Kegiatan dilaksanakan di Aula Kantor Desa Mario yang berjarak sekitar 2 km dari pusat penjualan ikan teri kering, dihadiri dan dibuka oleh Kepala Desa Mario, Bapak Tasbih, selaku pemerintah setempat. Tasbih (40 tahun) sangat mengapresiasi kegiatan PKM tersebut, karena program ini sejalan dengan rencana program desa yang akan melakukan pelatihan pengolahan dan pengemasan ikan kering dalam rangka meningkatkan kualitas produktivitas ikan kering serta meningkatkan minat konsumen terhadap ikan kering yang diproduksi dan dipasarkan di Desa Mario. “Proposal program tersebut telah dimasukkan ke pemerintah daerah Kabupaten Luwu” imbuhnya. Dalam kegiatan PKM ini juga turut hadir Dekan Fakultas Sains, Pauline Destinugrainy Kasi, S.Si., M.Sc. yang memberikan sambutan dalam prosesi pembukaan. Kegitan PKM yang dilaksanakan selama sehari ini diikuti ±20 orang pengusaha ikan teri kering yang notabene telah menekuni usahanya selama bertahun-tahun.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, peserta PKM disuguhi beberapa materi tentang teknologi pengolahan ikan, pengemasan, labeling, dan strategi pemasaran produk. Materi pertama tentang teknologi pengolahan ikan teri kering dibawakan oleh Muh. Nur Alam, S.Si., M.Si. yang juga merupakan ketua tim pelaksana PKM ini. Dalam materinya, pemateri memaparkan tentang teknik penggaraman, pengairan, dan penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa alat pengering ikan alternatif yang bisa digunakan pengolah ikan jika kondisi hujan atau intensitas dan suhu dari matahari kurang mendukung. Pada materi pertama ini, peserta sangat antusias mengikutinya yang ditunjukkan dengan banyak pertanyaan yang diajukan, khususnya terkait masalah rancangan alat pengering ikan alternatif.

Penyampaian materi oleh Ketua dan Anggota Tim PKM Teri Ponrang 

Materi kedua dibawakan oleh Sukarti, S.Si., M.Si. yang merupakan anggota Tim PKM dan juga merupakan auditor LPPOM MUI Sulsel. Pemateri memaparkan tentang teknik pengemasan, pelabelan, dan mekanisme pengurusan label halal, izin produksi, dan izin Produk Industri Rumah Tangga(PIRT). Selain itu, pemateri juga memaparkan tentang bagaimana strategi pemasaran produk ikan kering yang baik dan menguntungkan. Beberapa peserta menuturkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya karena sejak lama mereka telah menantikan pelatihan seperti ini dari akademisi–akademisi kampus maupun dari ahli lainnya.

Antusiasme peserta dalam mengikuti materi

Di penghujung acara, tim pelaksana PKM, pemateri, kepala desa, dan peserta melakukan sesi foto bersama. Ini menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi dan penyuluhan ini berjalan sesuai yang direncanakan. Ketua TIM PKM (Muh. Nur Alam) menuturkan, ”Kegiatan PKM  ini tidak hanya berakhir sampai disini, namun akan ada kegiatan lanjutan yang merupakan follow up dari kegiatan penyuluhan berupa pelatihan langsung di lokasi mitra PKM”. “Selain itu, juga akan dilakukan pendampingan secara berkelanjutan dari Tim PKM dalam hal pengurusan izin produksi, label halal, dan pemasaran produk yang lebih terencana”, tutupnya. (MNA/SHA)

Tinggalkan Komentar